Gaji DPR Dinilai Lukai Hati Masyarakat

LiveNews – Gaji anggota DPR beserta tunjangannya ulang terasa penuturan publik. kalau semuanya digabung, total gaji mereka dan tunjangannya bisa meraih lebih berasal dari Rp100 juta per bulan.
Menyikapi hal itu, Direktur Indonesia Political simak (IPR) Iwan Setiawan, menyebut apa yang diterima oleh para bagian DPR berikut terlalu melukai hati dari yang mereka wakilkan.
“Kenaikan gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) benar-benar melukai hati rakyat. Di lagi tengah efisiensi anggaran yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata dia didalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).
Iwan saksikan kenaikan gaji DPR menjadi ironi dikala defisit APBN 2025 akan melebar menjadi 2,78% terhadap produk Domestik Bruto atau kira-kira Rp662 triliun.
Angka tersebut diketahui lebih tinggi dari estimasi awal yang dipatok sebesar 2,53%.
“Pihak penyusun dan pengusul kenaikan gaji DPR ini tidak milik kepekaan persis sekali, tidak punya empati, tidak mengayalkan hati rakyat. Padahal mereka diangkat kehormatannya oleh rakyat,” tegas dia.
Harusnya Dikurangi
Iwan sangat percaya tidak hadir bagian DPR bersama situasi ekonominya kekurangan. sebab itu tak hanya gaji yang hingga ratusan juta dipastokan sudah sangat besar sehings tidak perlu kembali datang tambahan.
“Malahan justru harus dikurangi. mestinya menteri keuangan mengkaji stimulan efisiensi dan penghematan anggaran yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto,” kata dia.
Iwan mewanti, jikalau hal-hal layaknya ini ditampilkan tetap ke publik, saya memprediksi akan membuat rakyat frustasi dan membangkitkan jiwa perlawanan.
“Bisa saja akan menciptakan demo besar-besaran,” Iwan menandasi.
Ahok Cibir Kenaikan Gaji DPR
Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menanggapi isu kenaikan gaji bagian DPR yang belakangan memetik sorotan publik.
Menurut Ahok, kenaikan gaji pejabat publik tidak mulai problem Asalkan, diiringi transparansi anggaran berasal dari instansi negara berkenaan dan dibarengi profesionalisme kerja.
“Jadi saya bilang, kita jangan ada perkeliruan. kalau aku anggota dewan harap gaji Rp 1 miliar sebulan, saya oke. tapi anda membuka dong anggaran kamu seluruh kementerian semua anggaran diakses dong, biar kita paham tiap-tiap sen pajak yang kami bayar dipakai ke mana saja,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8/2025).
Tak Transparan soal Gaji
Ahok menilai, problem dikala ini timbul berasal dari tidak terdapatnya transparansi dari bagian dewan tentang kenaikan gaji yang diperoleh. tidak cuman itu, kinerja yang ditunjukkan pun jauh dari kata profesional dan berdampak bagi rakyat.
“Nah sekarang kan lu gak mau membuka jadi orang, kalian termasuk mau digaji besar, profesional, setiap orang berhak dan mesti dibayar mahal, andaikan dia kerja profesional. Tugas bagian Dewan apa? Mengawasi anggaran pajak kita dong. kamu apabila digaji mahal enggak apa-apa tetapi lu buka kasih tau saya,” mengetahui Ahok.
“Sekarang kamu paham enggak Pemerintah pakai duit berapa? Ya artinya enggak Mengerjakan tugasnya dong,” tandasnya.